Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau penyakit kresek merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi. unggul dengan hasil tinggi namun rentan terhadap penyakit HDB seperti varietas Ciherang menyebabkan penyakit ini berkembang dan menyebar ke seluruh sentra produksi padi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae (Xoo). Penyebab penyakit HDB memiliki patotipe (strain) yang cukup banyak dan patotipe ini memiliki sifat mudah berubah sehingga penyakit sulit dikendalikan. Serangan bakteri ini dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan menurunkan produksi. Bahkan, pada serangan berat dapat mengakibatkan terjadinya puso. Serangan penyakit ini dapat terjadi pada fase bibit, tanaman muda dan tanaman tua.
Dampak perkembangan varietas Kehilangan hasil karena HDB bervariasi antara 15 - 80% tergantung pada stadia tanaman saat penyakit timbul. Suparyono dan sudir (1992) melaporkan bahwa ambang kerusakan HDB sekitar 20% pada dua minggu sebelum panen. Di atas ambang tersebut setiap
kenaikan keparahan penyakit 10% akan menyebabkan kehilangan hasil sekitar 5-7%. Bakteri menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan dari fase persemaian sampai menjelang panen. Infeksi tanaman dimulai dari bagian daun melalui luka atau lubang alami berupa stomata dan merusak klorofil. Kondisi ini berakibat pada menurunnya kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Apabila hal ini terjadi pada fase generatif mengakibatkan proses pengisian gabah menjadi kurang sempurna.
Gejala serangan Bakteri menginfeksi tanaman pada bagian daun, dimulai dari tepi daun. Serangan pada fase awal pertumbuhan, menyebabkan tanaman menjadi layu kemudian mati, gejala ini sering disebut kresek. Gejala kresek sangat mirip dengan gejala sundep atau penggerek batang, gejala kresek terjadi pada umur 1-4 minggu setelah pindah tanam. Mula - mula pada tepi atau bagian daun yang luka tampak garis bercak kebasahan, kemudian berkembang meluas, berwarna hijau keabu -abuan, seluruh daun keriput,dan akhirnya layu seperti tersiram air panas. Gejala yang khas berupa penggulungan helaian daun dan warna daun menjadi hijau pucat atau keabu-abuan. Tanaman padi pada umur > 4 minggu, penyakit HDB menimbulkan gejala hawar. Gejala hawar diawali dengan bercak kebasahan berwarna keabu - abuan pada satu sisi atau kedua sisi daun. Umumnya dimulai dari pucuk daun atau beberapa sentimeter dari pucuk daun. Bercak berkembang meluas kearah panjang ujung dan pangkal daun dan melebar. Bagian daun yang terserang berwarna hijau keabu-abuan, agak menggulung, kemudian mengering dan berwarna abu - abu keputihan. Pada varietas padi yang rentan, gejala ini terus berkembang hingga seluruh daun menjadi kering bahkan sampai pelepah. Gejala kresek maupun hawar, dimulai dari tepi daun, berwarna keabu - abuan dan lama - lama menjadi kering. Serangan bakteri yang terjadi saat berbunga menyebabkan proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna atau bahkan hampa

Faktor - faktor yang mempengaruhi perkembangan HDB
Diluar musim tanam, bakteri dapat bertahan hidup dalam tanah, jerami tanaman terinfeksi, singgang (anakan padi yang tumbuh setelah panen pertama), gabah (benih) dan pada tanaman inang selain padi menyebabkan penularan penyakit Beberapa faktor penyebab perkembangan penyakit antara dapat terjadi dari musim ke musim. antara lain:
a. Varietas
Varietas padi berperan penting terhadap perkembangan penyakit HDB. Varietas yang rentan terutama pada kondisi cuaca lembab dan pemupukan Urea dengan dosis tinggi tanpa diimbangi pupuk KCI, maka penyakit ini berkembang sangat cepat.
b. Cuaca
Kelembaban udara tinggi dan suhu rendah (20-22°C) dapat memacu perkembangan penyakit, karena itu penyakit hawar daun sering timbul pada musim hujan, terutama saat hujan yang disertai angin kencang. Hujan yang disertai angin kencang sangat berperan dalam penularan dan penyebaran bakteri.
c. Jarak tanam
Jarak tanam rapat juga mendukung perkembangan penyakit, karena jarak tanam rapat menciptakan kondisi lingkungan dengan kelembaban yang lebih tinggi. Selain itu, akan mempermudah pergesekan antar daun yang terinfeksi dengan daun yang sehat sehingga mempercepat penularan penyakit..
Teknologi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri
Patogen penyebab penyakit HDB dapat menular melaluibenih,hal ini menjadi syarat kelulusanuji sertifikasi benih untuk mencegah meluasnya serangan penyakit. Bakteri dapat menginfeksi tanaman melalui luka dan lubang alami sehingga memotong bibit sebelum ditanam sangat tidak dianjurkan karena mempermudah terjadinya infeksi.
b. Menanam varietas tahan
Pencegahan penyakit HDB yang dianggap paling efektif dengan menanam varietas tahan. Namun, penanaman satu jenis varietas tahan secara terus menerus dalam jangka waktu lama tetap tidak dianjurkan, karena kemampuan bakteri membentuk patotipe patotipe (strain) baru yang lebih virulen sehingga ketahanan varietas tidak mampu bertahan lama. Pada daerah yang dominan HDB patotipe III disarankan menanam varietas yang tahan terhadap patotipe III, daerah dominan patotipe IV disarankan menanam varietas tahan patotipe IV dan dominan patotipe VIII disarankan menanam
varietas tahan patotipe VIII. Beberapa varietas padi yang tahan penyakit HDB yaitu Conde, Angke, Inpari 6, Inpari 11, Inpari 31 dan Inpari 32.