Loading...

Teknologi Pengawetan Pakan Ruminansia

Teknologi Pengawetan Pakan Ruminansia
Seiring meningkatnya luas tanam dan produksi jagung di Provinsi Gorontalo maka dapat dipastikan terjadi peningkatan limbah jagung seperti jerami dan tongkolnya. Sisa limbah jagung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jerami jagung baik diberikan untuk ternak sapi karena mengandung serat dan protein yang cukup. Jika diolah dengan baik pakan dari jerami jagung memiliki kualitas yang lebih baik dari jerami padi, karena brangkasan jagung memiliki kandungan serat kasar 27,8% dan protein 7,4% sementara padi kandungan serat kasar 28,8% dan protein 4,5%. Untuk meningkatkan kualitas pakan yang berasal dari limbah jagung dapat dilakukan fermentasi atau silase. Tujuan fermentasi pakan yang lain adalah meningkatkan daya tahan penyimpanan dan menanggulangi kebutuhan hijauan pakan pada saat musim tertentu. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat fermentasi adalah : Bahan dan komposisi pembuatan silase :Tebon/Batang Jagung 1000 Kg Urea (N) 5 kg Molases 5 Kg Probiotik 1 Liter Air Sebagai pelarut Secukupnya Atau Tebon/Batang Jagung 100 kg Urea (N) 1 kg Molases 3 Kg Cara Pembuatan1. Giling atau cincang batang jagung menjadi ukuran yang lebih kecil 2. Siapkan tempat untuk mencampur3. Hamparkan semua bahan kering kedalam tempat pencampuran dan campur. Mulai dari bahan yang sedikit terlebih dahulu4. Larutkan urea dan molases kedalam air5. Siramkan pada hijauan dan campur secara merata ? Jika menggunakan jagung/dedak padi maka tidak perlu dilakukan pelarutan ? Penambahan probiotik bisa dilakukan dengan merek yang banyak beredar dipasaran (mis : EM4)6. Campur kembali bahan bahan secara merata7. Masukkan bahan kedalam tong plastik / plastik dan tutup rapat. Bila dalam proses pembuatan silase suasana kedap udara tidak 100% maka bagian permukaan silase sering terkontaminasi dan ditumbuhi oleh bakteri lain yang merugikan seperti bakteri Clostridium tyrobutyricum.8. Simpan ditempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung dan sentuhan langsung ketanah.9. Setelah 21 hari silase siap diberikan pada ternak. Produk silase jagung yang baik atau sudah jadi ditandai dengan bau yang agak asam karena pH silase biasanya rendah (sekitar 4) dan berwarna coklat muda karena warna hijau daun dari khlorofil akan hancur sehingga limbah menjadi kecoklatan. Bila ditambah molases, silase yang dihasilkan agak berbau sedikit harum. Walaupun baunya agak asam, akan tetapi cukup palatabel bagi ternak. Ari Widya H, SP