TEKNOLOGI PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PADA TANAMAN JERUK RGL (GERGA)
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai pada pertanaman jeruk Gerga di daerah beriklim basah seperti di Kabupaten Lebong adalah penyakit busuk akar/busuk pangkal batang. Kebun yang terlalu lembab banyak terserang penyakit ini yang disebabkan oleh jamur Phytopthora spp. Gejala serangan yang terjadi adalah busuk akar dan blendok encer pada permukaan kulit pangkal batang. Pembusukan dimulai dari pangkal batang dekat dengan permukaan tanah sampai setinggi 40 cm. Jaringan tanaman yang terserang berubah warna coklat, yang kemudian kulit mengelupas dan jatuh. Serangan parah dapat menyebabkan luka keliling pangkalbatang dan mengakibatkan kematian. Jamur dapat bertahan lama di tanah, sehingga sewaktu-waktu dapat menyerang tanaman pada saat kondisi mendukung jamur untuk melakukan infeksi. Infeksi dapat terjadi melalui luka alami, luka karena alat pertanian, atau luka karena serangga. Penularan dapat terjadi lewat air hujan dan air yang mengalir di permukaan tanah. Penyakit ini berkembang pada kebun-kebun yang mempunyai temperatur tanah yang cukup tinggi, pH yang agak masam dan perkembangannya sangat cepat pada keadaan lembab dan pada umumnya kerusakan akar terjadi pada musim hujan. Pencegahan penyakit busuk akar dilakukan dengan memberikan kompos matang secara rutin pada lahan disekitar pangkal batang tanaman jeruk hingga tajuk terluar minimal 6 bulan sekali. Selanjutnya dilakukan penyemprotan larutan jamur Trichoderma dosis 2 gr/liter air, pada pangkal batang tanaman jeruk setiap 1 bulan sekali. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan gejala pohon yang menguning yang dimulai pada sebagian cabang atau ranting. Posisi akar yang busuk dapat dilihat pada posisi cabang/ranting yang menguning. Jika terlihat gejala tersebut, jangan menunggu pohon menguning secara keseluruhan. Segera lakukan pembongkaran pada bagian pangkal batang kemudian bersihkan dan potong bagian akar yang terserang. Biarkan pangkal batang dan bagian akar terbuka terkena sinar matahari beberapa saat hingga keringagar jamur patogen mati. Kemudian dioleskan dengan Trichoderma dan setelah kering ditutupkan kembali. Jika dalam beberapa minggu gejala serangan tidak berkurang dengan cara tersebut, maka akar di cek lagi apakah masih ada yang busuk. Jika masih ada maka dilakukan pemotongan kembali dan diberikan/disaputkan fungisida dengan bahan aktif seperti benomyl pada pangkal batang dan akar tanaman yang terserang.Tanaman di amati secara intensif. Tanaman yang mulai sembuh/telah membaik dicirikan dengan warna daun tanaman yang mulai menghijau dan tumbuhnya tunas baru. Penulis : Ir. Sri Suryani M.Rambe, M.Agr (Penyuluh Pertanian Madya, BPTP Bengkulu)