TEKNOLOGI PENGHEMATAN AIR UNTUK PRODUKSI PADI Ir. ABDULLAHBPP KECMATAN BUA KAB. LUWU Penggunaan air yang efisien adalah penggunaan air yang memenuhi 4 (empat) tepat yaitu tepat waktu, tepat tempat, tepat jumlah dan tepat mutu. Untuk penggunaan air tersebut harus diatur mulai dari sumber airnya, penyaluran pada jaringan utama, jaringan distribusi dan pada tingkat lapangan. Usaha-usaha yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air tersebut antara lain : 1. Pada Sumber Air a. Air Permukaan ~ Sungai Pada umumnnya sulit dikendalikan karena bila terjadi kelebihan air akan mengalir kebagian hilirnya. ~ Penyimpanan (Storage) : Dam, Embung, Chekdam, dan sebagainya Pengambilan air agar disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak boros, sepanjang “Storage” tersebut belum penuh, air yang tidak dikeluarkan masih dapat disimpan ~ Air Hujan Perlu diatur sedemikian rupa sehingga air hujan yang jatuh dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman ~ Air Tanah Untuk konservasi air tanah debit pemompaan (discharge) agar tidak melebihi debit pengisian kembali (Recharge). Pengaruh ini nyata sekali pada sumur air tanah dalam karena pengisian kembali pada aquifernya (lapisan yan gmengandung air) memerlukan waktu yang cukup lama. Berbeda pada air tanah dangkal dimana debit airnya dipengaruhi secara nyata oleh adanya musim. Pemompaan air yang berlebihan akan segera dikompensasi oleh debit pengisian kembali pada saat musim hujan tiba khususnya untuk air tanah yang menyembul keluar berupa mata air, pemanfaatannya mirip pada aliran permukaan lainnya seperti halnya sungai. 2. Pada Tingkat Penyaluran (di jaringan utama) Kehilangan air yang terjadi disini adalah akibat dari adanya seepage, penguapan, pelimpasan maupun dari adanya bocoran-bocoran yang terjadi untuk memperkecil kehilangan tersebut dapat dilakukan dengan me”lining” saluran terbuka, mengubah saluran terbuka menjadi tertutup/system perpipaan, melengkapinya dengan alat pengatur, memperbaiki tempat-tempat yang bocor dengan mengurangi kehilangan tersebut, efisiensi penyaluran dapat ditingkatkan. 3. Pada Jaringan Distribusi Kehilangan air pada jaringan distribusi disamping akibat kehilangan secara administratif (pengaruh pengelolaan), juga disebabkan oleh hal yang sama seperti pada kehilangan disistem penyaluran ditingkat jaringan utama. Untuk mengurangi kehilangan air pada tingkat ini, disamping menggunakan cara-cara seperti pada system penyaluran ditingkat jaringan utama juga perbaikan sistim pengelolaannya. 4. Pada Tingkat Lapangan/Lahan ~ Lahan Tadah Hujan a. Dalam hal ini pengaturan pola dan kalender tanam adalah sangat penting agar curah hujan yang jatuh tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk memenuhi kebutuhan komsumtifnya, terutama pada saat tanaman mengalami priode kritis tidak mengalami kekurangan air. b. Memanfaatkan curah hujan efektif yang sebesar-besranya. Curah hujan efektif untuk keperluan pertanian pada umumnya didefinisikan sebagai curah hujan yang bias disimpan didaerah perakaran untuk memenuhi kebutuhan konsumtif tanaman. Usaha peningkatan curah hujan efektif ini pada dasarnya merupakan usaha untuk meningkatkan infiltrasi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. ~ Lahan Beririgasi a. Persemaian Meskipun luas lahan persemaian untuk tanaman padi hanya sekitar 5 % dari luas tanaman padi dewasa, namun mengingat bahawa kebutuhan air untuk persemaian tanaman padi cukup tinggi bias dianjurkan untuk memanfaatkan persemaian dengan system dapok, tabor benih langsung (TABELA) dan sebagainya. Dengan system dapok ini penggunaan air untuk persemaaian menjadi lebih kecil, karena luas lahan/media yang digunakan jauh lebih sempit. Pada system tabela, nampaknya juga dapat menghemat air karena tidak diperlukannya persemaian dan tidak diperlukan penyesuaian dalam pertumbuhan tanamaannya. b. Pengolahan Tanah Kebutuhan air untuk pengolahan tanah merupakan kebutuhan terbesar dari rangkaian kebutuhan air untuk tanaman padi. Pada awal musim penghujan dimana curah hujan yang jatuh masih relaltif sedikit, sedangkan debit air irigasi masih relative kecil untuk memenuhi kebutuhan air untuk pengolahan tanah ini menimbulkan persoalahn tersendiri. Untuk mengurangi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : ~ Pengolahan Tanah secara Kering Dengan pengolahan tanah secara kering, berarti tidak diperlukan lagi air untuk pengolahan tanah ini. Khususnya kebutuhan air untuk pelumpuran. Jika akan dilakukan penanaman secara basah dilaksnakan setelah curah hujan cukup ataupun bila air disaluran telah tersedia cukup. ~ Pengolahan Tanah Minimal/TOT Dengan adanya pengolahan tanah minimal/TOT, berarti penggunaan airnya akan lebih kecil, disamping dapat dilakukan percepatan tanam. ~ Mempercepat waktu pengolahan tanah khusunya pada tanaman musim gadu, percepatan tanam bias dilakukan dengan percepatan pengolahan tanah dengan system Walik Jerami (tanah segera diolah setelah panen selesai) c. Penanaman sampai dengan Panen ~ Jumlah air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan ~ Bila debit air disaluran menurun, pemberian airnya dapat dilakukan secara bergiliran/terputus-putus tetapi hindari terjadi kekurangan air pada priode kritisnya. ~ Selama waktu 2 (dua) minggu sebelum panen, pemberian air hendaknya dihentikan. d. Varietas Dalam hal pemilihan varietas, diusahakan varietas yang berumur pendek, memerlukan air sedikit dan tanah kering. e. Sistem Gogo Rancah Dalam budidaya tanaman padi system gogo rancah, penanaman dilakukan secara kering (gogo), hal ini nempak system penghematan karena tidak menunggu datangnya air yang banyak untuk pengolahan tanah sawah pada saat air hujan/air irigasi sudah cukup banyak, tanaman padi diberi air irigasi seperti pada umumnya. Pengaturan pola dan kalender tanam pada daerah beririgasi adalah sangat penting, mengingat bahwa daerah irigasi tersebut kadangkala mengalami kekurangan air maupun kelebihan air/bahkan kebanjiran. Pada kondisi kurang air pola dan kalender tanam diatur sedemikian rupa sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman dapat optimal. Demikian pula dilokasi yang sring mengalami kebanjiran pola dan kalender tanam disusun agar tanaman maupun produksinya tidak akan mengalami kerusakan bila pada saatnya terjadi banjir