Loading...

Temu Usaha Mina Padi di Kecamatan Tarogong Kaler Kab. Garut

Temu Usaha Mina Padi di Kecamatan Tarogong Kaler Kab. Garut

A.    Definisi

Teknologi mina padi adalah sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan budidaya padi dan ikan di sawah yang sama untuk diversifikasi pendapatan. Mina padi adalah solusi diversifikasi pertanian yang efektif untuk meningkatkan ekonomi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan dan lingkungan. Mina padi merupakan teknik budi daya yang menggabungkan budi daya padi dan ikan yang dilakukan secara bersamaan di lahan sawah. Teknik budi daya ini dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya lahan dan air, meningkatkan efisiensi usaha tani,  serta  menjaga keberlanjutan sistem produksi padi.

Diversifikasi pertanian adalah strategi penganekaragaman jenis tanaman, ternak, atau kegiatan usaha pertanian untuk mengurangi risiko ekonomi, meningkatkan pendapatan, dan membangun ketahanan pangan serta lingkungan dengan tidak bergantung pada satu komoditas saja.

Meningkatkan efisiensi lahan, dan menyediakan protein hewani bagi petani, di mana ikan (seperti nila atau lele) dipelihara di parit sawah atau petak khusus sementara padi ditanam di area daratan, menghasilkan panen ganda (padi dan ikan) dengan potensi peningkatan hasil dan pengurangan penggunaan pestisida karena ikan memangsa hama. 

Mina padi merupakan salah satu strategi sistem diversifikasi pertanian. Mina padi dilakukan pada sistem pengairan sawah teknis dan setengah teknis. Sistem usaha tani mina padi bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi usahatani pada lahan sawah irigasi guna meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lahan dan air, pendapatan petani dan kesempatan kerja, serta menjaga keberlanjutan sistem produksi padi.

 

B.    Tahapan Budi Daya Mina Padi

Integrasi, Padi dan ikan dibudidayakan bersamaan dalam satu hamparan sawah irigasi. Infrastruktur, Seringkali melibatkan pembuatan parit keliling atau parit di tengah petak sawah (caren) untuk tempat ikan berenang dan berlindung.

Pemilihan lahan. Lahan berupa tanah berlempung atau liat dan  tidak kebanjiran   Untuk lahan sawah terasering hindari yang mudah longsor. Luas lahan 500 -1000 meter persegi dan satu hamparan. 

Pengolahan lahan dan pembuatan persemaian.   Dilakukan kurang lebih satu bulan sebelum penanaman padi. Pengolahan lahan dilakukan untuk  pembuatan pematang (galengan) dan parit. Parit dibuat sekeliling petakan sawah dengan lebar 1 meter dan kedalaman 50-60 cm. Saluran pemasukan dan pengeluaran air diberi saringan yang dibuat dari kawat, bambu atau bahan lain agar ikan tidak keluar dari lahan sawah. 

Persemaian yang dilakukan di kelompoktani hasil mukti menggunakan cara persemaian darat dengan menggelarkan plasti atau bisa juga dengan daun pisang sebelum menuangkan tanah dan pupuk organik sebagai media persemaian, cara tersebut dapat memudahkan dalam penanaman dan mengurangi biaya tenaga kerja pada saat tandur.

Penanaman padi. Gunakan  benih padi berlabel. Padi yang cocok untuk mina padi adalah padi dengan  perakaran kuat, cepat bertunas, batang kuat, tidak mudah rebah, dan daun tegak. Selain itu padi tahan genangan dan tahan serangan hama penyakit. Rata-rata penggunaan benih mina padi  lebih sedikit dibanding sistem padi monokultur. Penanaman padi dilakukan pada saat umur bibit 15 HSS, dengan setiap rumpun terdiri dari 2-3 batang. Penanaman padi  dengan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 banyak memberikan keuntungan pada budidaya mina padi. Penggunaan teknik jajar legowo dengan jarak tanam cukup luas menyebabkan unsur hara dalam tanaman dapat diserap oleh tanaman secara merata, sehingga hasil produksi menjadi lebih banyak. 

Penebaran ikan. Benih ikan dipilih yang memiliki pertumbuhan cepat, disukai konsumen, nilai ekonominya cukup tinggi dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Benih ikan yang digunakan adalah nila dan mas. Ukuran bibit ikan yang digunakan 8–12 cm Penebaran benih ikan dilakukan pada sore atau pagi hari saat tanaman padi berumur 10–15 hari setelah tanam (HST) atau seminggu setelah penanaman padi. Padat tebar ikan adalah 4–5 ekor/m2. Padat tebar di bawah 6 ekor/m2 dapat memberikan hasil pada tingkat kelangsungan hidup ikan dan bobot ikan terbaik. 

Pemupukan lahan. Pupuk kandang diberikan sebagai pupuk dasar sesudah pengolahan tanah. Pemberian kapur dilakukan bersamaan dengan pupuk dasar. Untuk pupuk anorganik diberikan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah dengan menggunakan rekomendasi pemupukan, dilakukan setelah penebaran benih ikan. 

Apabila menggunakan pupuk anorganik, saluran pemasukan dan pembuangan air ditutup, dan air dibiarkan dalam kondisi tergenang. Rata-rata jumlah pupuk lebih sedikit karena sudah terbantu dengan kotoran ikan yang dipelihara selama penanaman padi.  Ikan juga memakan binatang-binatang kecil yang merupakan hama padi. Perilaku ikan dan kotoran ikan juga memegang peranan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah.  Kotoran ikan dan sisa makanan berfungsi sebagai pupuk organik bagi tanaman padi. Dengan tersedianya pupuk organik maka akan mengurangi penggunaan pestisida dan herbisida yang mengarah langsung pada perbaikan lingkungan dan kesehatan manusia. Jadi penggunaan pupuk lebih efisien. Sistem mina padi membantu percepatan perbaikan lingkungan karena akan mengurangi gas metan yang dibuang dari sisa pemupukan. 

Penyiangan gulma dikerjakan secara rutin pada lahan mina padi. Ikan memakan tumbuhan kecil (gulma) yang tumbuh di sekitar tanaman padi sehingga persaingan antara padi dan gulma dalam menyerap nutrisi dapat dikurangi. Genangan air dan ikan  pada sistem mina padi membantu dalam menekan pertumbuhan gulma sehingga mengurangi penyiangan.

Pemeliharaan ikan dilakukan melalui dua hal, yaitu pemberian pakan tambahan dan pengelolaan air. Pemberian pakan tambahan dilakukan setelah ikan ditebar selama empat belas hari di petakan sawah. Jumlah pakan yang diberikan mengikuti pertumbuhan ikan, dengan periode pemberian pakan tambahan satu kali sehari  pada sore hari. 

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan sistem periodik. Ikan yang dipelihara merupakan predator bagi serangga hama padi, sehingga serangan hama dapat terkendali dengan baik. Budi daya mina padi juga efektif untuk mengendalikan serangan hama tikus di lahan persawahan sehingga penggunaan pestisida dan insektisida mina padi lebih hemat. Penggunaan pestisida harus lebih selektif.  Penyemprotan  sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu masih dingin. Saat penyemprotan air di petak sawah ditinggikan. Pemanenan hasil. Panen dilakukan setelah malai menguning 95%. Panen ikan dilakukan sepuluh hari sebelum panen padi atau setelah kanopi padi menutup seluruh permukaan tanah. 

Budidaya mina padi dapat mencukupi kebutuhan protein dan karbohidrat. Hama penyakit dapat ditekan. Pemupukan dan penyiangan juga lebih efisien (JA 2025).

 

C.    Manfaat Budidaya Mina Padi

  • Pendapatan Ganda: Petani memperoleh penghasilan dari hasil panen padi (karbohidrat) dan ikan (protein hewani).
  • Efisiensi Lahan & Air: Pemanfaatan sumber daya lahan dan air lebih optimal.
  • Pengendalian Hama Alami: Ikan memangsa hama serangga dan tikus, mengurangi kebutuhan pestisida.
  • Kualitas Tanah: Pupuk organik dapat menyuburkan tanah dan mengurangi biaya pemupukan.
  • Kesejahteraan Petani: Meningkatkan pendapatan dan kualitas gizi keluarga.  

D.    Analisa usaha tani mina padi di poktan hasil mukti desa mekarjaya kecamatan tarogong kaler.

no

Uraian kegiatan

volume

Biaya (Rp)

 

INPUT

 

 

1

Biaya tetap

 

 

 

Sewa lahan

0.67 ha

5.000.000

 

Penyusutan lahan

Per musim

300.000

 

Jumlah

5.300.000

2

Biaya Variabel

 

 

 

Benih inpari inpari 32

20kg @12.000

240.000

 

Benih mawar

20kg @ 10.000

200.000

 

Benih ikan nila

50kg @ 35.000

1.750.000

 

Pengolahan lahan

0.67 ha

2.190.000

 

Penanaman

14 P@55.000

770.000

 

Penyiangan

1 Laki @700.000

70.000

 

Pupuk urea

200 kg@90.000/sak

360.000

 

Pupuk npk phonska

200 kg@92.000/sak

368.000

 

Hidrokomplex

 

560.000

 

Jumlah

6.508.000

3

Total biaya = biaya tetap + Biaya Variabel

11.808.000

 

OUTPUT

 

 

 

PENJUALAN PADI

4,5 Ton@ 6.500 (10%)

29.250.000

 

PENJUALAN IKAN

675kg@20.000

13.500.000

 

jumlah

42.750.000

4

Keuntungan = total output – total input

30.942.000

5

B/C RATIO= total uotput/ total input

1.3

 

1,3 > 1 Artinya setiap pengeluaran 1 rupiah menghasilkan 0.3 rupiah maka kegiatan budidaya ini layak untuk di usahakan

 

 

 

 

Sumber:

https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-keunggulan-budidaya-mina-padi