Loading...

Temu Usaha: Stabilitas Harga Gabah di Tingkat Petani melalui Penguatan Koperasi Desa dan Akses Pasar Moderen

Temu Usaha: Stabilitas Harga Gabah di Tingkat Petani melalui Penguatan Koperasi Desa dan Akses Pasar Moderen

Temu Usaha: Stabilitas Harga Gabah di Tingkat Petani melalui Penguatan Koperasi Desa dan Akses Pasar Moderen

Abstrak

Temu Usaha Stabilitas Harga Gabah di Tingkat Petani melalui Penguatan Koperasi Desa dan Akses Pasar Modern merupakan forum strategis yang bertujuan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi petani serta meningkatkan kepastian harga gabah di tingkat produsen. Kegiatan ini diinisiasi oleh pemerintah melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonggeduku Barat sebagai upaya mempertemukan petani, koperasi, dan pelaku pasar dalam satu wadah dialog dan koordinasi. Temu usaha ini menghadirkan Kepala Cabang Perum Bulog Konawe sebagai narasumber utama, dengan melibatkan perwakilan kelompok tani. Artikel ini mengkaji latar belakang, tujuan, metode pelaksanaan, hasil dan pembahasan, serta implikasi kegiatan temu usaha dalam mendukung stabilitas harga gabah dan penguatan akses pasar bagi petani.

Kata kunci: Temu Usaha, Harga Gabah, Koperasi Desa, Akses Pasar Moderen, BPP

Pendahuluan

Stabilitas harga gabah di tingkat petani merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha tani padi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Fluktuasi harga yang tajam, terutama pada saat panen raya, seringkali merugikan petani karena lemahnya posisi tawar dan keterbatasan akses pasar. Kondisi ini menuntut adanya penguatan kelembagaan ekonomi petani, khususnya melalui koperasi desa, serta perluasan akses ke pasar modern yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonggeduku Barat sebagai ujung tombak penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam memfasilitasi sinergi antara petani, pemerintah, dan lembaga pemasaran. Salah satu bentuk fasilitasi tersebut adalah melalui kegiatan temu usaha yang dirancang sebagai forum komunikasi, koordinasi, dan penjajakan kerja sama usaha.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan Temu Usaha Stabilitas Harga Gabah bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme stabilisasi harga gabah.
  2. Mendorong penguatan peran koperasi desa sebagai lembaga ekonomi petani.
  3. Memperluas akses pemasaran gabah petani ke pasar modern dan lembaga penyangga pangan.
  4. Mempertemukan petani dengan pemangku kepentingan terkait dalam rantai pemasaran gabah.
  5. Mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Metodologi Pelaksanaan

Temu Usaha ini dilaksanakan di Kantor BPP Wonggeduku Barat pada tanggal 15 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 30 orang peserta yang terdiri atas perwakilan kelompok tani, pengurus koperasi desa, penyuluh pertanian, serta unsur pemerintah terkait.

Kegiatan diinisiasi oleh pemerintah dan dikoordinasikan oleh BPP Wonggeduku Barat dengan menghadirkan Kepala Cabang Perum Bulog Konawe sebagai narasumber utama. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi:

1.      Pemaparan Materi: Penyampaian kebijakan dan peran Bulog dalam stabilisasi harga gabah.

2.      Diskusi Terarah: Dialog interaktif antara narasumber dan peserta terkait permasalahan pemasaran gabah.

3.      Tanya Jawab: Pendalaman materi dan klarifikasi isu yang dihadapi petani.

4.      Penjajakan Kerja Sama: Identifikasi peluang kemitraan antara petani, koperasi, dan Bulog.

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan temu usaha berjalan dengan kondusif dan partisipatif. Peserta menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Pemaparan dari Kepala Cabang Perum Bulog Konawe memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada petani terkait mekanisme penyerapan gabah, standar kualitas, serta harga pembelian pemerintah.

Hasil utama yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:

  1. Meningkatnya pemahaman petani mengenai peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga gabah.
  2. Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya koperasi desa sebagai sarana kolektif pemasaran gabah.
  3. Teridentifikasinya peluang kerja sama antara kelompok tani, koperasi desa, dan Bulog.
  4. Terbukanya akses informasi terkait peluang pemasaran gabah ke pasar modern.

Temu usaha ini memperkuat konsep penguatan kelembagaan petani sebagai strategi meningkatkan posisi tawar dan efisiensi rantai pasok gabah. Sinergi antara petani, koperasi, dan lembaga pemerintah menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pemasaran yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pemerintah berperan dalam merumuskan kebijakan dan menyediakan regulasi pendukung stabilisasi harga gabah. BPP Wonggeduku Barat berperan sebagai fasilitator, mediator, dan penghubung antara petani dan lembaga pemasaran. Perum Bulog, melalui Kepala Cabang Konawe, berperan sebagai lembaga penyangga pangan yang memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani. Kelompok tani dan koperasi desa merupakan pelaku utama yang diharapkan mampu mengimplementasikan hasil temu usaha dalam praktik pemasaran gabah di lapangan.

Dampak dan Manfaat Kegiatan

Temu Usaha Stabilitas Harga Gabah memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  1. Meningkatkan literasi petani mengenai sistem pemasaran dan stabilisasi harga gabah.
  2. Memperkuat kelembagaan koperasi desa sebagai pusat aktivitas ekonomi petani.
  3. Mendorong terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dan Bulog.
  4. Mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Kesimpulan

Temu Usaha: Stabilitas Harga Gabah di Tingkat Petani melalui Penguatan Koperasi Desa dan Akses Pasar Modern yang diinisiasi oleh pemerintah dan difasilitasi oleh BPP Wonggeduku Barat merupakan forum yang efektif dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman petani, memperkuat kelembagaan koperasi desa, serta membuka akses pasar yang lebih luas dan stabil.

Disusun Oleh: Dia Ayu Fauziah. (BPP Wonggeduku Barat)

November-Desember 2025