Hama padi yang umum terjadi di lapangan adalah hama tikus, tikus pada umumnya memakan batang padi baik yang masih muda ataupun yang sudah besar/tua dan memakan butir padi juga. Tetapi pada umumnya padi yang sering hama tikus adalah padi yang masih tahap pertumbuhan yaitu sebelum terbentuknya malai. Salah satu yang dapat mencegah serangan hama tikus adalah dengan jalan membersihkan rumput atau gulma di sekitar tanaman padi bahkan daerah tanggul atau daerah sekitar lingkungan tanaman padi tersebut harus bersih sehingga tempat berkembang biakan tikus tidak ada. Tikus merusak tanaman padi hibrida pada semua stadium pertumbuhan dari semai hingga panen, bahkan di gudang penyimpanan. Kerusakan parah terjadai jika tikus menyerang padi pada stadium generatif, karena tanaman sudah tidak mampu membentuk anakan baru. Tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak, kemudian meluas ke arah pinggir, dan menyisakan 1 -2 baris padi di pinggir petakan pada keadaan serangan berat. Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang harinya, tikus bersembunyai di dalam lubang pada tanggul - tanggul irigasi,jalan sawah, pematang, dan daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus berimigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah dan akan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang generatif. Kehadiran tikus pada daerah persawahan dapat dideteksi dengan memantau keberadaan jejak kaki (foot print), jalur jalan (run way), kotoran/feces, lubang aktif dan gejala serangan. Tikus berkembangbiak sangat cepat dan hanya terjadi pada periode padi generatif. Satu ekor tikus betina dapat menghasilkan 80 ekor tikus baru dalam satu musim tanam. Disarankan kepada para penyuluh pertanian yang ada di lapangan dan petani padi hibrida khususnya, untuk menghindari serangan hama tikus pada tanaman padi hibrida khususnya dan pada tanaman padi umumnya. Sebaiknya sejak pengolahan tanah dilakukan antisipasi serangan tikus dengan jalan ; pertama waktu mengolah tanah lubang -lubang yang ada di pematang atau bedeng sawah segera ditutup, kedua rumput atau gulma yang ada di sekitar lahan pertanian tanaman padi segera dibersihkan dari lingkungan yang kotor, ketiga setelah tanam padi di lahan pertanian terus dilakukan antisipasi lubang tikus dan penutupanya serta pemebrsihan lahan dan bedeng dari rumput atau gulma sehingga media pertumbuhan dan persembunyian tikus tidak ada. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertania Sumber : Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Pengendalian OPT Padi Hibrida, 2008, Jakarta Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjentan, Pedoman Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi, 2006, Jakarta.