TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN , PENYULUH INOVASI MEMBUAT KALTRAP
[Jakarta] Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung gerakan pengamanan produksi padi dengan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan. Gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan merupakan langkah tepat, gerakan ini bisa menjadi role model petani daerah lain di Indonesia," ujar Mentahn SYL. Menteri Syahrul juga mengingatkan peran penting pemerintah daerah bagaimana menghadapi OPT atau hama tanaman padi di saat kemarau. Karena, petani akan menghadapi musim kering yang sangat dahsyat. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 28 bertemakan Pembuatan Perangkap Keong Mas (Kaltrap) diadakan Selasa (18/07/2023) di AOR BPPPSDMP. Pada kesempatan itu Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kalau kita harus mengendalikan hama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pembuatan Kaltrap merupakan cara-cara bijak dalam bertindak. "Kaltrap itu ramah lingkungan dengan cara ini hama dapat ditanggulangi dan lingkungan bisa kita jaga, sehingga produktivitas dapat dijaga juga". jelas Dedi Nursymasi. Narasumber Ngobras, Mukhsin Penyuluh Kabupaten Banjar menjelaskan pada paparannya bahwa keong mas merupakan hama yang menyerang bibit padi atau tanaman padi muda, dengan pengembangan perkembangbiakannya sangat cepat. "Satu keong mas bisa bertelur kurang lebih 500 butir perkelompok telur. Satu siklus hidupnya bisa menghasilkan 15-20 kelompok telur dengan presentasi penetasan 85%". jelas Mukhsin. Lebih lanjut Mukhsin menjelaskan bahwa teknik pemasangan kaltrap diberi tali lalu diikatkan pada turus. Setelah itu diber singkong dipasang disawah lalu turus dicondongkan, kaltrap dimasukan ke air sampai menyentuh dasar tanah. Uji coba dilakukan selama tiga kali pengambilan. "Perangkap keong mas diberi nama Kaltrap atau kalambuai trap, ide ini bermula ketika kejadian banjir diawal tahun 2021". imbuh Mukhsin.hvy