Loading...

Training of Trainer dan Sosialisasi Training of Farmer Petani Milenial di Kab. Kuningan

Training of Trainer dan Sosialisasi Training of Farmer Petani Milenial  di Kab. Kuningan
Senin, 24 Juli 2023 telah dilaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) dan Sosialisasi Training of Farmer (ToF) Petani Milenial di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan. Kegiatan hari ini diikuti oleh perwakilan dari Distanhorti Jabar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan, off-taker dari BUMDes Cikaso Kec. Kramatmulya, Penyuluh Pertanian pendamping Petani Milenial serta Koordinator BPP yang berada di wilayah Kab. Kuningan. Bapak Dindin selaku perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulturan Provinsi Jawa Barat menyampaikan, ToT ini adalah bagi Bapak/Ibu penyuluh di BPP, yang mana perkiraan bulan September/Oktober akan dilakukan ToF Petani Millenial. Berdasarkan data Dashboard Petmil Pemprov Jabar, Petmil Kab. Kuningan yang terdaftar berjumlah 99 orang. Bapak Dindin juga menuturkan, sektor pertanian merupakan sektor yang paling tahan dari goncangan permasalahan dunia, oleh karena itu perlu adanya regenerasi pertanian guna menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan pangan negara. Bapak Yudi Rudiyanto, selaku Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menuturkan, setelah kegiatan ToT akan dilanjutkan dengan kegiatan ToF. Kegiatan ToF ini akan dilaksanakan di 5 BPP, dengan perwakilan Petmil dari setiap BPP berjumlah 20 orang. Bapak Yudi juga menyinggung persoalan adanya Petani Millenial Bapak Drs. H. Ahmad Juber, M. Si. selaku Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan dalam sambutannya menuturkan, ToT Petmil ini berhubungan dengan adanya kebutuhan Kab. Kuningan dalam meregenerasi sumber daya pertaniannya. Regenerasi ini bukan hanya dari SDM, namun juga dari teknologi dan kualitas sumberdayanya. Oleh karena itu, diharapkan ToT ini bisa membantu para penyuluh dalam membina para petani di wilayahnya. Bapak Kepala Dinas juga mengharapkan para penyuluh untuk tidak melupakan para petani senior, bahwasannya petani senior memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mungkin tidak dimiliki oleh petani muda dan penyuluh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Safarudin selaku offtaker dari BUMDes Cikaso, Kec. Karamatmulya. Bapak Safarudin menyampaikan, apabila petani horti bisa melakukan kegiatan budidaya dengan baik, penghasilannya bisa melebihi penghasilan pegawai pada umumnya. BUMDes Cikasi diberi lahan seluas 2,5 ha dari Desa, yang mana hal ini bisa memaksimalkan potensi pertanian di Desa. BUMDes Cikaso bekerjasama dengan petani dalam mengelola lahan seluas 2,5 ha tersebut, dimana BUMDes menanam sekitar 10.000 benih tanaman tomat yang memberikan hasil cukup baik. Selain tomat, BUMDes juga melakukan budidaya tanaman cabai rawit merah dan kembang kol. Kerjasama yang dijalin juga meluas ke pihak Poktan dan Gapoktan di Desa Cikaso, dimana BUMDes siap menampung segala hasil budidaya pertanian yang dilakukan para petani. BUMDes juga difasilitasi untuk kegiatan pengolahan pascapanennya, sehingga bisa memiliki prospek lebih luas lewat pengolahan hasil. Selain itu, Ibu-ibu dan wanita tani lainnya juga diajak untuk ikut bergabung sehingga bisa meningkatkan produktifitasnya. Diharapkan, dengan adanya hasil yang cukup baik dari budidaya yang dilakukan BUMDes Cikaso ini bisa menjadi daya tarik bagi kaula muda untuk terjun di dunia pertanian dan menjadi regenerasi petani kedepannya. Di sesi diskusi, Ibu Kiki dari Bidang Penyuluhan menanyakan perihal cara BUMDes mengelola Sumber Dayanya, terutama manajemen petani serta kendala yang dialami. Ibu Kiki juga menanyakan perihal manajemen tenaga kerja di BUMDes.Bapak Safrudin menyampaikan, perlu adanya koordinasi dengan pemangku kebijakan (Aparat Desa) mengenai kegiatan yang dilakukan. Dengan adanya koordinasi ini, didapatkan kesepakatan bahwa semua lembaga petani di Desa bekerjasama dengan BUMDes. Bentuk kerjasama yang dilakukan juga tidak mengikat, dimana petani bisa membeli benih di BUMDes, namun tetap bisa menjual hasil dengan bebas. Lewat kerja sama yang tidak mengikat ini, petani bisa memiliki ketertarikan lebih untuk bekerjasama dengan BUMDes. Kedepannya, lahan yang seluas 2,5 ha akan dikembangkan menjadi lahan pertanian terpadu, agrowisata serta pembangunan bumi perkemahan. Salah satu kendala yang dialami ada di permodalan, dimana modal yang dimiliki tidak memenuhi yang dibutuhkan sehingga Pak Safarudin sempat mengeluarkan dana pribadi. Dalam pengelolaan tenaga kerja, BUMDes sudah bisa menggajih di kisaran Rp 1,5 juta dengan jumlah pegawai mendekati 30 orang. Untuk tenaga harian, laki-laki diberi upah Rp 106.000 dan Wanita kisaran Rp 60.000. Pak Udan dari BPP menyampaikan, salah satu poin penting dalam meningkatkan pertanian di Desa adalah adanya potensi dan ada dorongan dari pihak Desa itu sendiri. Setelah sesi diskusi dirasa cukup, Bapak Yudi Rudiyanto memberikan beberapa arahan berhubungan dengan program ToF Petani Millenial. Bapak Yudi pertama-tama menyampaikan potensi sumber daya yang dimiliki Dinas Ketahana Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan termasuk didalamnya penyuluh, kelembagaan petani dan petaninya itu sendiri. Setelah itu, disampaikan beberapa permasalahan yang dialami, beberapa diantaranya adalah mengenai belum optimalnya aktifitas kelembagaan petani, menurunnya minat di bidang pertanian, kualitas SDM petani dan teknologi yang digunakan serta kualitas penyuluh dan sarana prasarana penyuluhan. Dalam menanggulangi permasalahan tersebut, dilakukan beberapa program berhubungan dengan: Penguatan kelembagaan petani, Peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh/penyuluhan, serta peningkatan sarana-prasarana penyuluhan. Bapak Yudi kemudian menyampaikan mengenai kegiatan Petani Millenial yang akan dilakukan oleh Kabupaten Kuningan, termasuk didalamnya kegiatan ToT dan ToF. Pelaksanaan ToF rencananya akan dilakukan dikisaran bulan Agustus-Oktober di Kuningan. Kegiatan ToF akan dilakukan selama 2 JP di 5 BPP dengan peserta sebanyak 20 orang disetiap BPPnya. Di kegiatan ToF rencananya akan diberi fasilitasi bahan percontohan. Red: Gumiwang Purwa Permana