Oleh: Sulastri Yani, SP
Di tengah tantangan pertanian modern, para petani kini mulai melirik kembali kearifan pengolahan bahan organik yang lebih efisien. Salah satu inovasi yang kian populer adalah Bokashi, atau Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati. Berbeda dengan pengomposan tradisional yang memakan waktu lama, Bokashi hadir sebagai solusi praktis melalui sentuhan teknologi mikroorganisme.
Bokashi pada dasarnya adalah pupuk kompos yang dihasilkan melalui proses fermentasi atau peragian bahan organik. Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi waktu; berkat teknologi Effective Microorganisme (EM), pupuk berkualitas dapat dihasilkan jauh lebih singkat dibandingkan cara konvensional. Melalui proses semi anaerobik pada suhu 40-50 derajat Celcius, bahan organik difermentasi menjadi senyawa yang sangat mudah diserap oleh perakaran tanaman.
Penggunaan Bokashi bukan sekadar memberi makan tanaman, tetapi juga "menyembuhkan" tanah. Secara fisik, pupuk ini memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah dan gembur. Dari sisi kimiawi, ia memastikan unsur hara tersedia dalam bentuk yang mudah diserap. Tak kalah penting, secara biologis, Bokashi menghidupkan kembali jasad renik atau mikroba yang menjadi mesin alami kesuburan tanah.
Untuk membuat 1 ton pupuk Bokashi berbahan dasar jerami, berikut adalah langkah-langkah yang perlu dipersiapkan:
1. Persiapan Bahan
· Bahan Utama: 600 kg jerami, sekam, arang sekam, atau dedaunan.
· Nutrisi Tambahan: 300 kg pupuk kandang dan 100 kg dedak.
· Aktivator: 1 liter Starter/Mikroorganisme, ¼ Kg molasis atau gula, serta air sekitar 100 liter.
2. Langkah-Langkah Proses (Fermentasi 21 Hari)
· Aktivasi Mikroba: Larutkan mikroorganisme dan molasis ke dalam air.
· Pencampuran: Campurkan jerami, pupuk kandang, abu sekam, kalsit, dan dedak secara merata.
· Inokulasi: Semprotkan larutan mikroorganisme ke dalam campuran bahan organik secara merata.
· Pengaturan Kelembapan: Pastikan kadar air terjaga di kisaran 40% atau cukup lembab.
· Penyimpanan: Tumpuk campuran dengan ketinggian 40–50 cm, lalu tutup rapat menggunakan terpal atau karung goni.
· Pemantauan: Jaga suhu agar tidak melebihi 50 derajat celcius. Lakukan pembalikan tumpukan setiap minggu untuk menjaga sirkulasi dan suhu.
Setelah melalui masa pengolahan selama 21 hari (3 minggu), pupuk Bokashi yang kaya nutrisi ini siap diaplikasikan ke lahan pertanian Anda.