Loading...

UJI BERNAS BENIH PADI DAN SISTEM TANAM TUNGGAL BENIH MUDA

UJI BERNAS BENIH PADI DAN SISTEM TANAM TUNGGAL BENIH MUDA

UJI BERNAS BENIH PADI

DAN SISTEM TANAM TUNGGAL BENIH MUDA *)

 

PENDAHULUAN

Dalam berusaha tani tentunya kita selalu menginginkan yang terbaik. Mulai dari awal sampai akhir, mulai dari pengolahan lahan hingga pemasaran. Banyak cara yang digunakan, salah satunya ialah pemilihan benih dan pemilihan sistem tanam.

Kedua hal tersebut sangat mempengaruhi proses selanjutnya. Benih yang tidak bermutu atau jelek tentu akan menghasilkan hasil yang tidak baik dan jumlahnya kurang. Demikian juga dengan pemilihan sistem tanam, bila kita kurang tepat dalam meilih akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal dan tidak maksimal dalam produksinya.

Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai cara menguji kebernasan benih padi dan sistem tanam tunggal benih muda. Kenapa hal tersebut dibahas? Karena kedua materi tersebut merupakan salah satu cara efektif dalam menentukan bernas tidaknya benih padi serta sistem tanam yang terbukti lebih baik dibandingkan sistem tanam konvesional.

 

UJI BERNAS BENIH PADI

A.                  ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan, yaitu :

  1. Air
  2. Ember
  3. Garam krosok/kasar
  4. Telur ayam atau bebek/meri

B.                CARA PEMBUATAN LARUTAN GARAM 

  • Masukkan air ke dalam ember, jangan terlalu penuh agar nanti saat benih dimasukkan air tidak tumpah
  • Kenudian masukkan garam ke dalam air, aduk hingga rata
  • Masukkan telur ke dalam larutan tersebut, bila telur masih tenggelam, tambahkan garam hingga telur mengambang
  • Bila telur telah mengambang,angkat telur dan sisihkan

C.                CARA UJI BERNAS BENIH PADI

  • Masukkan benih ke dalam larutan garam, tunggu beberapa menit
  • Akan nampak benih yang terapung dan yang tenggelam
  • Benih yang terapung bearti benih jelek, benih yang tenggelam bearti benih baik
  • Buang benih yang terapung
  • Ambil dan segera cuci benih yang tenggelam dengan air bersih
  • Tiriskan dan peram selama 24 jam hingga muncul titik tunas/embrio
  • Benih siap untuk disemai

 

Agar benih tahan hama penyakit dan lebih baik pertumbuhannya, dapat digunakan bahan seedtreatment sebagai pengganti larutan garam.

 

SISTEM TANAM TUNGGAL BENIH MUDA

Sistem tanam ini biasanya dilakukan pada metode usaha tani padi SRI. Namun sistem tanam ini dapat juga dilaksanakan pada metode usaha tani lainnya, salah satunya ialah jajar legowo.

Penggabungan kedua teknik ini akan memberikan dampak yang lebih baik dalam meningkatkan produksi tanaman padi sawah.

penanaman tunggal diharapkan bahwa tiap tanaman bisa menyerap nutrisi, oksigen, dan sinar matahari secara lebih optimal. 

Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 7—10 hari setelah semai. Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (Jawa-Red.).

Arti dari “macakmacak” adalah kondisi tanah yang basah tetapi bukan tergenang. 

Jarak tanam yang digunakan dalam metode SRI adalah jarak tanam lebar, misalnya 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm. Semakin lebar jarak tanam, semakin meningkat jumlah anakan produktif yang dihasilkan oleh tanaman padi. Penyebabnya, sinar matahari bisa mengenai seluruh bagian tanaman dengan lebih baik sehingga proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman terjadi dengan lebih optimal. Jarak tanam yang lebar ini juga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi, oksigen dan sinar matahari secara maksimal. Membuat jarak tanam Tanam siap ditanami Penanaman sesuai Tanam satu biji/ dengan caplak ukuran caplak lubang tanam.

  1. Tebarkan benih ke dalam wadah. Jumlah benih per wadah antara 300—350 biji.
  2. Taburkan arang sekam di atas benih sampai rata melapisi/menutupi benih.
  3. Selanjutnya simpan wadah-wadah ini di tempat yang teduh. Pada hari pertama dan hari kedua, sebaiknya wadah-wadah ini ditutupi agar tidak kepanasan.
  4. Jika disimpan di pekarangan, jangan lupa untuk meletakkan wadah-wadah ini di tempat yang aman dari gangguan ternak seperti ayam.
  5. Penyiraman bisa dilakukan setiap hari agar media tetap lembab dan bibit tanaman tetap segar.

 

  • Penanaman

Pada metode SRI digunakan sistem tanam tunggal. Artinya, satu lubang tanam diisi satu bibit padi. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2—3 cm dengan bentuk perakaran horizontal (seperti huruf L).

Mengapa hanya menggunakan satu benih untuk satu lubang? Dasar pemikirannya adalah, jika beberapa benih ditanam bersamaan dalam satu lubang maka akan muncul persaingan antar tanaman dalam memperebutkan nutrisi, oksigen, dan sinar matahari.

 

 

Ada pun yang dimaksud dengan sistem tanam tunggal benih muda adalah dimana satu lubang tanam diisi 

atau ditanam dengan satu rumpun benih padi dimana benih tersebut berumur tidak lebih dari 12 hari.

Harapan dari penggunaan sistem ini biaya produksi dapat ditekan dan produksi yngdi hasilkan lebih baik.

 

Tahap-tahap dalam sistem tanam tunggal

  • Persemaian

Persemaian untuk SRI dapat dilakukan dengan dua cara yaitu persemaian kering dan persemaian basah. Persemaian basah adalah persemaian yang langsung dilakukan di lahan pertanian, seperti pada sistem konvensional. Sementara persemaian kering yaitu persemaian yang menggunakan wadah berupa kotak/besek/wonca/pipiti. Penggunaan wadah ini dimaksudkan untuk memudahkan pengangkutan dan penyeleksian benih.

Untuk lahan seluas satu hektar dibutuhkan wadah persemaian ukuran 20 cm x 20 cm, sebanyak 400—500 buah. Kotak/besek/wonca/pipiti bisa juga diganti dengan wadah lain seperti pelepah pisang atau belahan buluh bambu. 

Tahapan membuat persemaian adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan media persemaian dengan cara mencampur tanah dengan pupuk organik/pupuk kandang/ bokhasi dengan perbandingan 1:1.
  2. Sebelum wadah diisi dengan media, lapisi dulu bagian dalamnya dengan daun pisang yang sudah dilemaskan dengan cara dijemur atau dipanaskan di atas api.
  3. Masukkan media ke dalam wadah hingga 3/4 penuh. Selanjutnya media ini disiram dengan air supaya lembab.

*) Tim Penulis BPP Sukaresmi Garut