Setelah melakukan kerjasama Uji Adaptasi Varietas baru Padi Rawa Tahan Air Asin INPARA UNSUD 1 dengan Penyuluh dan Petani di wilayah Kecamatan Kesugihan, Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokwerto memperluas kerjasama kemitraan dengan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap dengan melaksanakan sejumlah Demonstrasi Plot (Demplot) Uji Adaptasi Budidaya Padi Varietas Unggul Baru hasil penelitian dan pengkajian, salah satunya di Desa Karangkandri dan Desa Mertasinga, yang berupa uji varietas Bawor 9. Kegiatan Demplot Uji Adaptasi Padi Varietas Unggul Baru Bawor 9 yang dilaksanakan pada hamparan seluas 1 hektar pada 4 lokasi yang berbeda tersebut dikerjasamakan dengan petani dan kelompok tani setempat. Usai melakukan melakukan Panen Bersama Padi Program Pengabdian Kepala Masyarakat Berbasis Riset 2013 Unsud Purwokwerto dan BP2KP Cilacap, Staf Ahli Bupati Drs, Sucipto, MM, mewakili Bupati Cilacap pada kegiatan tersebut menyatakan, sebagai wilayah terluas di Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap pada tahun 2012 lalu terbukti mampu mewujudkan surplus beras 325 ribu 205 ton beras. "Namun keberhasilan peningkatan produksi beras tersebut juga dibayang-banyangi kendala pembangunan pertanian secara umum yaitu pertambahan jumlah penduduk, alih fungsi lahan dan permasalahan menurunnya daya dukung lingkungan", jelas Sucipto. Hal senada diakui Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap Sudjiman, SP. MP yang menyatakan, untuk mengatasi kendala pembangunn pertanian tersebut, memerlukan langkah inovasi teknologi seperti penerapan Varietas Unggul Baru hasil penelitian dan pengkajian, seperti yang dikerjasamakan antara LPPM Unsud dan BP2KP ini. Menurut Sudjiman, hasil Uji Adaptasi Variertas Padi Unggul Baru ini, nantinya atas pertimbangn Bupati Cilacap akan dikembangkan di Kabupaten Cilacap, melalui Dinas teknis terkait. Usai sambutan-sambutan acara dilanjutkan dengan Dialog Bersama antara Pemerintah Daerah, Peneliti, Penyuluh, Swasta dan Dunia Perbankan dengan petani setempat. Dialog dipimpin oleh peneliti Unsud, Ir. Suprayogi.MSc. PHd, dengan narasumber Bupati Cilacap yang diwakili Staf Ahli Bupati, Drs. Sucipto MM, Kepala BP2KP Cilacap Drs. Sudjiman, MP, Peneliti Unsud Prof Dr. Ir. Suwarto, MS, serta narasumber dariPT Pertamina RU IV Cilacap dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cilacap. Dalam dialog tersebut diungkapkan petani sangat antusias menanam Padi Varietas Unggul Baru Bawor 9, yang dinilai tahan genangan dan air asin. (ap)