UJICOBA TEKNOLOGI PENGOLAHAN SILASE JERAMI SISTIM KANTONG PLASTIK DI KALIMANTAN BARAT
Hasil kajian response petani terhadap inovasi teknologi Pengolahan Silase Jerami Padi dengan Sistim Drum Plastik mendapat complaint dari para petani bahwa drum plastik yang diperlukan harganya sangat mahal bagi para petani yaitu Rp.4050.000/unit. Para peternak sapi di Parit Madiun, Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat kembali harus pergi jauh mencari rumput hingga 10 km dari rumahnya. Para petani meminta kepada BPTP Kalimantan Barat agar mencari inovasi teknologi yang lebih murah tetapi memberikan hasil silase jerami padi yang sama kualitasnya. Berdasarkan response petani inilah maka dilakukan Ujocoba Pengolahan Silase Jerami Padi dengan Sistim Kantong Plastik. Pertimbangannya adalah sebagai berikut:1. Kantong plastik mudah diperoleh di toko-toko yang ada di Pasar Tengah atau Pasar Parit Besar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kantong plastik ini dijual dalam berbagai ukuran tetapi yang kita perlukan adalah kantong plastik jenis LDPE dengan ukuran 120x80 cm dan ketebalan minimum 010. Kantong plastik ini biasanya dijual dengan kemasan 1 kg dan harganya sekitar Rp.35.000/kg. Jika kanntong plastik yang masih didatangkan dari Pulau Jawa ini tidak tersedia di toko-toko petani dapat memesan langsung ke pabriknya yaitu CV Kapus Intan Plastik juga di Pasar Parit Besar, Pontianak.3. Proses melakukan vakum atau membuang udara dari dalam kantong plastik yang digunakan sebagai tempat penyimpanan silase jerami juga mudah dilakukan. Dengan melakukan modifikasi ini maka dilakukan ujicoba pengolahan silase jerami menggunakan larutan gula merah sebagai pengganti molases, proses fermentasi dilakukan di dalam kantong plastik sebagai pengganti drum plastik, dan proses pengeluaran udara dari dalam drum menggunakan vacuum cleaner. Langkah-langkah pembuatan silase jerami padi ini adalah sebagai berikut:1. Jerami padi yang masih segar dipotong-potong pendek 3-5 cm. Pemotongan sebaiknya dilakukan menggunakan mesin perajang (chopper). Tujuannya untuk mempercepat proses fermentasi dan memudahkan untuk memadatkan jerami di dalam kantong plastik. Pilihkan jerami yang masih segara atau baru dipanen. Jika jerami sudah dipanen lama misalnya 4 hari maka batang jerami menjadi sulit untuk dipotong menggunakan mesin pemotong. Jerami akan melilit pada pisau mesin perajang (chopper). Untuk menghindari lubang pada kantong plastik karena tertusuk ujung jerami yang tajam maka jerami yang sudah dipotong-potong ukuran 3-5 cm dapat dilayukan dulu selama 2 hari.2. Hamparkan terpal plastik dilanjutkan dengan menghamparkan jerami padi yang sudah dipotong-potong ukuran 3-5 cm diatas terpal plastik. Alas terpal plastik ini dimaksudkan untuk menghindari bahan-bahan lain seperti kayu dan kerikil masuk kedalam silase jerami padi.3. Siapkan larutan gula merah 1 kg dalam 5 liter air untuk 75 kg jerami padi. Cipratkan larutan gula pada hamparan jerami secara merata.4. Siapkan kantong plastik jenis LDPE ukuran 120x80 cm dan tebal 010-015 untuk menghindari agar kantor plastik tidak mudah berlubang. 5. Siapkan mini vacuum cleaner. Biasanya vacuum clener ini memerlukan daya listrik 600 watt. Jadi perlu dipastikan listrik di rumah petani mencukupi untuk menghidupkan vacuum cleaner.6. Masukkan potongan jerami 3-5 cm yang sudah diciprati larutan gula ke dalam kantong plastik. Padatkan jerami tersebut dengan tangan hingga penuh sekitar 10 cm dari permukaan kantong plastik. Tujuannya agar jerami ini padat dan tidak ada sisa udara di dalam tumpukan jerami.7. Setelah padat rapatkan lubang plastik. Tujuannya agar tidak ada udara yang dapat keluar dan masuk lewat mulut kantong plastik. 8. Masukkan ujung vacuum cleaner ke dalam lubang plastik tersebut lalu sedot udara di dalam kantong sampai udara habis.9. Keluarkan ujung vacuum cleaner dari dalam lubang plastik. Selanjutnya lubang plastik diikat dengan karet hingga kantong berisi jerami ini menjadi hampa udara. Biarkan selama 15-21 hari hingga silase jerami mengeluarkan bau harum seperti tape dan silase jerami siap digunakan untuk pakan ternak.Silase yang sudah dibuka harus dihabiskan pada hari yang sama. Jika tidak habis dan tidak divacuum lagi maka ada bakteri lain yang masuk ke dalam silase jerami. Hal ini akan menyebabkan jerami membusuk dan tidak dapat dijadikan makanan sapi. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Sigit Sapto Wibowo, 2016. Ujicoba Pengolahan Silase Jerami Padi Sistim Kantong Plastik di Parit Madiun, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.Kalimantan Barat.