Loading...

Upaya untuk mengefektifkan penyuluhan pertanian

Upaya untuk mengefektifkan penyuluhan pertanian
Penyuluhan yang bertujuan untuk menawarkan inovasi sampai dengan inovasi tersebut diadopsi oleh masyarakat bukanlah merupakan pekerjaan yang gampang. Didalam prakteknya, penyuluhan menuntut kerja keras , kesabaran dan waktu yang cukup lama karena penyuluhan merubah perilaku seseorang serta membantu orang lain agar dapat membantu dirinya sendiri. Jika dipaksakan akan mematikan partisipasi dan kreativitas masyarakat, yang akhirnya akan menciptakan suasana ketergantungan. Oleh karena itu perlu dicari upaya-upaya pendekatan untuk mengefektifkan pelaksanaan penyuluhan. Upaya-upaya pendekatan untuk mengefektifkan penyuluhan dilakukan melalui pendekatan- pendekatan : 1). Pendekatan perubahan secara terencana. Diketahui perubahan-perubahan yang terjadi pada manusia ada 2 macam yaitu perubahan-perubahan secara alamiah tanpa campur tangan manusia atau yang disebabkan oleh manusia sendiri. Hal ini disebabkan karena adanya keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dengan memodifikasi sumberdaya dan lingkungan hidupnya dan karena ditemukannya inovasi-inovasi yang memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhannya tanpa merusak lingkungannya. Untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi lebih cepat dengan merusak lingkungan, perlu dilakukan melalui perubahan yang terencana. Perubahan terencana menuntut dinamika masyarakat untuk mengantisipasi keadaan-keadaan dimasa mendatang yang diduga akan mengalami perubahan. Upaya dilakukan dengan mengumpulkan data-data aktual dan potensial dan dianalisa, kemudian merancang suatu tujuan-tujuan dan cara mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan di masa mendatang. 2) pendekatan proses komunikasi pembangunan. Untuk mengefektifkan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, setiap penyuluh mengupayakannya dengan : memiliki sikap untuk mau terus belajar baik dari pengalaman penerima manfaat atau melalui kegiatan pengamatan lapang dari berbagai kasus yang dihadapi dan cara-cara pemecahan masalah. Selanjutnya selalu berhati-hati dalam menyampaikan inovasi , dengan menghindari penyampaian pesan yang berlebihan; selalu melakukan kajian terhadap usulan dan tanggapan penerima manfaat. Dan menyadari dirinya bukanlah yang paling benar dan mau menghargai pengalaman-pengalaman dari masyarakat penerima manfaat. Selain itu kehadiran seorang penyuluh sering kurang memperoleh kepercayaan dikalangan penerima manfaat penyuluhan, mereka lebih percaya kepada orang yang sudah dikenal atau yang menjadi panutan. Sehingga setiap penyuluh untuk mengefektifkan penyuluhan perlu memanfaatkan panutan atau pemuka pendapat yang sudah dikenal masyarakat setempat. Namun ini seringkali masih kurang efektif karena ada kesenjangan komunikasi antara para panutan dengan warga penerima manfaat. Oleh karena itu perlu pengembangan media komunikasi tradisional sebagai media komunikasi yang efektif dan terpercaya bagi masyarakat kelas bawah. 3) Pendekatan lain yaitu pendekatan psiko sosial. Untuk mengefektifkan penyuluhan , setiap penyuluh perlu memahami hal-hal yang berkaitan dengan motivasi penerima manfaat untuk mengikuti penyuluhan. Salah satu faktor penetu yang mempengaruhi tingkat efektivitas penyuluhan bagi penerima manfaat jika mereka benar-benar memiliki motivasi untuk melakukan berbagai perubahan. Yang dimaksud motivasi disini adalah adanya dorongan-dorongan yang dirasakan oleh seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu kegiatan untuk tercapainya tujuan-tujuan tertentu. Untuk mengefektifkan kegiatan penyuluhan, setiap penyuluh perlu : a) mengkaji tentang motivasi dari sebagian besar masyarakat penerima manfaat yang akan mengikuti kegiatan penyuluh. b) merancang programa atau kegiatan penyuluhan sesuai dengan motivasi sebagian besar masyarakat penerima manfaat. c) mengkelompokkan masyarakat penerima manfaat dengan kelompok-kelompok yang memiliki motivasi yang sama. Penyuluhan sebagai proses penyampaian inovasi, sedang Inovasi sendiri adalah sesuatu yang baru, yang selalu mengandung ketidak pastian baik keberhasilannya maupun ketidak pastian bahwa inovasi tersebut dapat diterapkan atau dapat diterima masyarakat. Bertolak dari pemikiran ini, maka efektivitas kegiatan penyuluhan dapat diupayakan bila penyuluh yang bersangkutan mampu menaikkan nilai harapan dari setiap inovasi yang akan disuluhkan. Artinya setiap inovasi yang disuluhkan harus memberikan harapan yang tinggi kepada masyarakat penerima manfaat bahwa inovasi tersebut dapat dilaksanakan dan berhasil dengan baik, memberikan manfaat ekonomi. Bagi non ekonomi dapat diterima oleh nilai-nilai sosial budaya setempat serta sesuai dan tidak bertentangan dengan kebijakan yang sedang dan akan diterapkan oleh pemerintah. Maka untuk meningkatkan efektifitas penyuluhannya, seorang penyuluh harus selalu mengupayakan dan menunjukkan kepada penerima manfaatnya bahwa inovasi tersebut memiliki peluang keberhasilan dan keunggulan yang tinggi serta memiliki peluang harga dan nilai yang tinggi baik secara ekonomi maupun non ekonomi . Selain itu setiap penyuluh harus berusaha keras untuk memberikan peran bantuannya agar mereka dapat mengadopsi inovasi yang ditawarkan, mengusahakan kemudahan, memberikan bimbingan teknis dan pengelolaan, sehingga penerima manfaat benar-benar dapat memperoleh dan menikmati manfaat yang dijanjikan itu. Penulis : Asia (Penyuluh BPPSDMP) Sumber Informasi : Totok Mardikanto 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian.