Loading...

USIR WERENG DENGAN DAUN SIRSAK

USIR WERENG DENGAN DAUN SIRSAK
Berbagai upaya dilakukan petani guna mengantisipasi dan membasmi hama penyakit pada tanaman padi. Salah satunya menggunakan pestisida nabati dengan bahan baku daun sirsak, yang dapat mengusir hama wereng pada tanaman padi.Daun sirsak berfungsi sebagai penghambat nafsu makan sedangkan serangga, jeringau dan bawang putih berfungsi mengusir serangga dengan baunya yang khas.Bawang putih juga mengandung alisin yang membantu jaringan yang rusak. Sabun colek berfungsi sebagai perekat ketika larutan disemprotkan. Cara Membuat : Bahan yang digunakan untuk antara lain daun sirsak sebanyak satu genggam, rimpang jeringau sebanyak satu genggam, bawang putih 20 siung, sabun colek 20 gram dan air sebanyak 20 liter. Proses pembuatannya daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya, disaring dengan kain halus dan siap diaplikasikan. Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 liter air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.Cara lainnya menggunakan biji dan daun sirsak yang sudah dicincang halus sebanyak 250 gram. Lalu dicampur dengan mikroba (efektif mikroorganisme) sebanyak 50 ml , tetes gula sebanyak 50 ml, dicampur dengan 1 liter air. Keseluruhan bahan dimasukkan ke dalam drum plastik. Tutup drum rapat-rapat dan simpan ke dalam ruangan yang hangat (20-35 derajat celcius) dan tidak terkena sinar matahari langsung. Aduk secara teratur dengan cara menggoyangkan ember dan tutup drum dibuka sebentar untuk membebaskan gas.Fermentasi akan mulai dan gas akan dibebaskan dalam 2-5 hari. Lalu masukkan ekstrak yang dihasilkan ke dalam botol plastik setelah disaring. Penggunaan ekstrak dapat dilakukan dengan disiramkan ke tanah atau tanaman secara merata dan bentuk larutan dengan dosis 5-10 cc/liter air.Penyemprotan pada tanaman dilakukan setelah pertumbuhan tunas, secara kontinyu sebelum hama atau penyakit muncul. Sebaiknya penyemprotan dilakukan sore atau pagi hari, diwaktu angin tidak bertiup kencang atau setelah hujan. Disusun : Ely Novrianty, Suryani, Gohan Octora Manurung (BPTP Lampung)Sumber : Sinar Tani Edisi 23-29 Desember 2015