Tinggi rendahnya tingkat kuantitas dan kualitas hasil suatu tanaman sebagain besar dipengaruhi oleh varietas yang digunakan. Oleh karena itu pemilihan varietas menjadi sangat penting karena varietas unggul memiliki berbagai kelebihan misalnya produktivitas lebih tinggi, lebih toleran terhadap kondisi curah hujan, penyinaran matahari, suhu tanah dan sebagainya. Selain itu ketahanan terhadap serangan berbagai jenis hama penyakit, kualitas hasil yang lebih baik seperti warna/penampakan, rasa dan lain-lain. Yang dimaksud dengan varietas hibrida adalah keturunan pertama (F1) dari persilangan antara; varietas dengan varietas, varietas dengan galur atau galur dengan galur. Ditinjau dari umur suatu varietas maka varietas jagung hibrida dapat dikelompokkan menjadi 3 umur yaitu; - Varietas jagung berumur genjah, yaitu varietas jagung yang memiliki umur 60-90 hari. Beberapa varietas jagung hibrida dari golongan berumur genjah diantaranya adalah Bisi 1, Semar 2 dan Semar 3. - Varietas jagung berumur tengahan, yaitu varietas jagung hibrida dari golongan berumur setengahan adalah C-1, C-2, C-3, C-4, C-5, C-6, C-7, Pioneer-1, Pioneer -2, Pioneer-3, Pioneer-4, Pioneer-5, Pioneer-6, CPI-1, Bisi-2, Bisi -4, dan Semar-1. - Varietas jagung berumur dalam yaitu varietas-varietas jagung yang memiliki umur lebih dari 100 hari. Beberapa varietas jagung hibrida yang berumur dalam adalah IPB-4, Bisi-2, Pioneer-8, Pioneer-9 dan C-4. a. Penggunaan benih bermutu Benih yang bermutu baik adalah yag memenuhi persyaratan mutu diantaranya sebagai berikut; ¢ Bebas hama dan penyakit ¢ Memiliki daya tumbuh minimal 80% ¢ Sehat, bernas, tidak keriput dan warnanya mengkilat ¢ Merupakan hasil panen baru (belum lama disimpan) ¢ Murni secra fisik yaitu tidak tercampur dengan kotoran ¢ Murni secara genetik yaitu tidak tercampur dengan varietas lain b. Kebutuhan benih kebutuhan benih jagung hibrida per hektar berkisar aantara 15-20 kg (tergantung varietas hibrida apa yang digunakan). Benih jagung (tergantung varietas hibrida yang digunakan hendaknya benih yang bersertifikat dengan label berwarna biru. Perlu diperhatikan bahwa hasil pertanaman jagung hibrida (turunannya) tidak dianjurkan untuk dipakai kembali sebagai benih. c. Penyiapan lahan dan Pengolahan tanah sempurna Beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan dalam penyiapan lahan untuk penanaman jagung yaitu ; ¢ Terutama pada tanah berat, pengolahan tanah harus dilakaukan yang akan sempurna yaitu usahakan agar kondisi tanah yang akan diolah tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah supaya mudah diolah ¢ Tanah dibajak atau dicangkul 2 kali sedalam 15-20 cm dan gulma serta sisa -sia tanaman dibenamkan selanjutnya tanah digaru hingga rata. ¢ Pada penanaman di musm hujan harus dibuat saluran drainase yang memiliki fungsi uatama juga sebagai saluran pemasukan air. Sedangkan pada penanaman di musim kemarau, yang perlu diperhatikan adalah masalah kecukupan air pengairan sehingga perlu dibuat parit-parit. ¢ Pengolahan tanah dilaksanakan minimal satu minggu sebelum tanam. d. Pemeliharaan setelah biji jagung ditanam maka selanjutnya dilakukan pemliharaan yang meliputi antara lain ; ¢ Penyiangan gulma / rumput sebaiknya dilakukan sejak tanaman jagung mulai tumbuh bersemai yaitu lebih kurang umur tanaman jagung 2 - 4 minggu merupakan penyiangan pertama. Selanjutnya penyiangan kedua dilakukan pada umur jagung lebih kurang 1,5 bulan dan penyiangan terakhir dilakukan pada umur jagung 2 - 2,5 bulan.tujuan pada penyiangan ini untuk menghindari persaingan pengambilan unsur hara antara tanaman jagung dengan rumput/gulma. ¢ Pemupukan dilakukan sebaiknya pada saat pengolahan tanah terakhir/ pengrataan, bersamaan itu disebarkan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang. Tujuannya supaya waktu tanaman jagung tumbuh sudah tersedia unsur hara yang dibutuhkan. Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan, diberikan pupuk organik (kandang atau kompos) atau pupuk anorganik (N,P,K) dan jumlahnya disesuaikan dengan kesuburan tanah yang ada. Sebaiknya petani meminta bantuan penyuluh pertanian untuk menggunakan alat pengukur unsur hara tanah lahan usahataninya sehingga jumlah pupuk yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman jagung. ¢ Pemberantasan hama penyakit dapat dilakukan dengan dua jalan yaitu ; pertama dengan pergiliran tanaman dengan jalan ini hama penyakit yang ada di lokasi setempat akan terputus siklusnya / perkembangan hama penyakit tersebut. Kedua dengan jalan mencegah hama penyakit jagung dengan menggunakan pestisida organik, jika terpaksa menggunakan pestisida anorganik maka gunakanlah obat pemberantas hama penyakit yang ramah lingkungan. Oleh ; Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Sumber : Direktorat Budidaya Serealia, Ditjentan, 2006, Jakarta : Badan Litbang, 2007, Prospek dan Arahan Pengembangan Agribisnis Jagung, Jakarta