Loading...

Vertiminaponik : Cara Baru Budidaya Sayuran dan Ikan

Vertiminaponik : Cara Baru Budidaya Sayuran dan Ikan
Budidaya pertanian di pekarangan khususnya di perkotaan, memiliki karakteristik yang khas. Oleh sebab itu, optimasi pemanfaatan pekarangan dalam budidaya tanaman dan sumber bahan pangan di perkotaan sangat perlu dilakukan. Salah satu strategi optimasi pemanfaatan pekarangan adalah melalui sistem budidaya tanaman yang dipadukan dengan budidaya ikan atau disebut vertiminaponik. "Verti" berasal dari kata vertikultur yaitu budidaya tanaman secara vertical. "Mina" berarti ikan dan "Ponik" berarti budidaya. Jadi Vertiminaponik adalah sistem yang memodifikasi sistem akuaponik sehingga cocok dengan kondisi perkotaan untuk mendukung pembangunan pertanian perkotaan. Pada sistem ini, dengan luasan lahan yang sama maka akan dapat dihasilkan dua komoditas sekaligus, yakni sayuran dan ikan. PROSES PEMBUATAN VERTIMINAPONIKSistem Akuakultur (Kolam Budidaya Ikan)Tempat budidaya ikan terbuat dari tangki/tandon air (toren air) berbahan fiberglass dengan volume 500 liter yang dibuang bagian atasnya sehingga tandon mempunyai ukuran tinggi sekitar 80 cm. Sistem Vertikultur Budidaya SayuranSistem vertikultur terdiri dari talang plastik berukuran panjang 1 meter sebanyak delapan buah disusun berjajar di atas tandon kolam pemeliharaan ikan yang disanggah dengan rak plat besi. Sistem akuakultur dan sistem hidroponik dihubungkan dengan pompa akuarium berukuran daya dorong 1,5-2,0 meter. Jadi ukuran vertiminaponik panjang 140cm, lebar 100 m dan tinggi 90 cm. Media Tanam sebagai FiltrasiMedia tanam yang digunakan terdiri dari batu zeolit besar berukuran diameter 1-2 cm sebagai lapisan paling bawah di dalam talang vertikultur. Kemudian hamparkan kain kasa atau net di atas zeolit besar, kemudian tebarkan campuran zeolit kecil berukuran 2 mesh yang dicampur dengan kompos dengan perbandingan 3:1 sebagai lapisan paling atas. Zeolit merupakan bahan filtrasi yang mampu menetralkan pH air, dan menyerap senyawa beracun yang berasal dari sistem kolam, serta mampu menunjang aktivitas mikroba fungsional pada sistem perakaran tanaman. Sistem Penanaman Sistem penanaman sayuran dalam vertiminaponik yaitu menggunakan benih dengan jarak tanam sangat padat atau padat tebar tinggi (sistem tanam langsung). Sistem tanam demikian akan memberikan keuntungan, yaitu waktu panen lebih singkat, tenaga kerja pembibitan dan pindah tanam tidak diperlukan, populasi tanaman menjadi 10 kali lebih banyak, serta panen dapat dilakukan berulang (3-5 kali) karena perbedaan laju pertumbuhan dari setiap individu tanaman.Untuk setiap satu talang (panjang 1 meter) yang ditanami sayuran sawi dan selada dapat menghasilkan 0,6 kg sawi. Jika ditanami kangkung dan bayam masing-masing dapat menghasilkan 1 kg dan 0,8 kg. Padat Tebar Ikan Padat tebar ikan dalam vertiminaponik tergolong sangat tinggi. Ikan yang dapat dipelihara melalui teknologi ini adalah ikan air tawar antara lain ikan lele, bawal, patin, nila dan lainnya. Dalam sistem kolam berukuran tinggi 80 cm dengan diameter 90 cm atau setara volume air 500 liter, padat tebar ikan lele dapat mencapai 300 ekor, sedangkan bawal, nila, dan patin dapat mencapai 150-200 ekor. Padat tebar tersebut mencapai 3-5 kali lipat dari padat tebar normal pemeliharaan ikan secara konvensional.Kelebihan Vertiminaponik antara lain: hemat air dikarenakan jumlah air yang ditambahkan hanya sebanyak jumlah air yang menguap melalui tanaman dan permukaan kolam. Hemat tenaga dan waktu, penyiraman tidak diperlukan karena air disirkulasi terus dari kolam ikan ke sistem tanaman. Bebas dari pupuk dan pestisida kimia, tanaman yang ditanam memperoleh pupuk dari sisa pakan dan kotoran ikan. Hemat media tanam, tidak memerlukan media tanam karena media tanam berupa batu zeolit dan kompos. Produksi sayur dan ikan sangat tinggi, populasi ikan dan sayur dapat mencapai 300% dari populasi normal pada pertanaman dan pemeliharaan ikan secara biasa pada satuan luasan lahan yang sama. Dapat diterapkan di pekarangan sempit skala keluarga, ukuran vertiminaponik cukup kecil, yaitu panjang 140 cm, lebar 100 m, dan tinggi 90 cm. Menambah nilai estetika, tampilan vertiminaponik sangat menarik dan dapat memperindah pekarangan. Penulis : Kartika MayasariSumber : BPTP Jakarta Sumber Gambar : BPTP Jakarta