Pada tahun 2013 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas varietas padi dengan potensi produksi tinggi hingga 9,8 ton GKG/ha yaitu VUB Inpari-33 yang sangat potensial untuk mendongkrak produktivitas padi di Kalimantan Barat. Varietas padi ini telah diujicoba dengan Metoda Jajar Legowo Super di Gelamak, Desa Pangkalan Kongsi, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, pada musim gadu tahun 2016. Langkah ini sebagai salah satu upaya adaptasi teknologi Jajar Legowo Super yang difokuskan pada Lahan Sawah Irigasi kemudian diadaptasikan pada Lahan Sawah Pasang Surut. Kegiatan tersebut juga ditindaklanjuti dengan Demfarm Budidaya Padi Inpari-33 menggunakan pupuk hayati Agrimeth dan Metoda Hazton di Desa Peniraman, Kabupaten Mempawah. Selain potensi produksinya yang tinggi, VUB Inpari-33 juga memiliki keunggulan yaitu tahan penyakit blas ras 073 dan agak tahan ras 033 tetapi rentan terhadap ras 133 dan 173. Varietas ini juga tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III walaupun rentan terhadap patotipe IV tetapi juga agak tahan patotipe VIII. Berikut ini adalah deskripsi lengkap VUB Inpari-33:Nomor seleksi : B11742-RS*2-3-MR-5-5-1-Si-1-3Asal seleksi : BP360E-MR-79-PN-2/IR71218-38-4-3//BP360E-MR-79-PN-2 Umurtanaman : ±107harisetelahsebarBentuk tanaman : TegakTinggitanaman : ±93 cmDaun bendera : TegakBentuk gabah : Panjang rampingWarna gabah : KuningbersihKerontokan : SedangKerabahan : Agak tahanTeksturnasi : SedangKadar amilosa : ±23,42 %Rata “rata hasil : 6,6 t/ha GKG Potensi hasil : 9,8 t/ha GKG Ketahanan terhadap¢Hama : Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1,2, dan 3¢Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III,rentan terhadap patotipe IV, agak tahan patotipeVIII. Agak tahan blas ras 033, tahan ras 073, rentan blas ras 133 dan 173, serta rentan tungro Anjuran tanam : Cocok ditanam diekosistem sawah dataranrendah sampai ketinggian 600 m dplPemulia : Buang Abdullah, Sularjo, Heni SafitriTahun dilepas:2013(Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc)Sumber: Jamil, A., et al.. 2015. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Litbang Pertanian. Jakarta. Halaman 36.