Pada tanggal 5 Mei 2012, bertempat di areal sawah Amohalo kelurahan Baruga dilakukan panen perdana varietas Inpari-3 oleh Walikota Kendari Dr. Ir. H. Asrun M.Eng, yang juga disaksikan Wakil Walikota H. Musadar Mappasomba, SP, MP, Kepala BPTP Prov. Sultra, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sultra, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Kendari, Kepala BP4K Kota Kendari dan undangan lainnya. Dalam sambutannya walikota kendari mengharapkan agar produksi padi terus ditingkatkan hingga menyamai bahkan melebihi daerah-daerah yang sudah maju. Oleh karena itu walikota akan terus membangun sarana dan prasarana penunjang, seperti irigasi, alat mekanisasi seperti hand traktor dan pengaspalan jalan usaha tani,serta penyediaan perbengkelan. Dalam penerapan teknologi, agar penyuluh pertanian dan para kelompok tani untuk terus melakukan inovasi yang tidak henti-hentinya. Namun demikian pesan walikota yang murah senyum ini agar tidak menggantungkan sepenuhnya kebutuhan pangan pada beras karena daerah ini masih memiliki alternatif pangan lain seperti ubi kayu, jagung dan sagu. Kalau perlu kita melakukan pengolahan pangan terhadap ubi koro. Sehingga kita tidak kekurangan pangan. Jangan lagi menebang pohon sagu yang mempunyai keunggulan yang menurut Dr.Ir.H.Asrun, M.Eng tidak terserang hama bahkan tahan terhadap banjir dan kekeringan. Dalam acara tanya jawab, salah satu masalah yang dihadapi petani kesulitan mendapatkan solar bersubsidi untuk menjalankan traktor pengolah tanah yang langsung direspon oleh walikota dengan memerintahkan Lurah Baruga dan Camat untuk membuat rekomendasi yang akan diperkuat oleh tanda tangan walikota Kendari, seperti yang telah dilakukan terhadap armada pengangkut sampah. Dalam akhir sambutannya walikota mengucapkan terima kasih kepada para petani, penyuluh pertanian dan pihak-pihak lain atas kerja sama dalam keberhasilan pembangunan pertanian khususnya peningkatan produksi padi yang signifikan selama masa kepemimpinannya. Respon para petani yang tegabung dalam 7 kelompok tani sangat positif, karena melihat hasil yang diperoleh. Mulai dari jumlah anakan, malai hingga bulir pada malai. Dan yang terpenting keunggulan Inpari-3, tahan terhadap Blast. Di areal ini menurut penyuluh pertanian Kadek Sumitra,SP merupakan daerah endemic Blast. Dari hasil ubinan Demfarm Inpari-3 pada lima titik dengan luas ubinan 2,5 m x 2,5 m diperoleh hasil rata-rata 6,2 kg gabah kering panen dan jika dikonversi ke luasan 1 hektar diperoleh sekitar 9 ton GKP atau sekitar 7,25 ton gabah kering giling (GKG). Dalam demonstrasi ini pupuk yang digunakan, urea 200 kg/ha dan pupuk Ponscha 250 kg/ha. jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan sistim Legowo-2 serta pengendalian hama terpadu. Potensi produksi Inpari-3 menurut Ir. Amirudin Manrafi dari BPTP 7 “ 9 ton/ha GKG. Kegiatan panen yang dilakukan juga sekaligus panen perdana pada seluruh areal tanaman padi sekitar 400 hektar yang juga menggunakan varietas Mekongga. (bahar/admin)