Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Rusman Heriawan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, Kamis (22/03/12), tepatnya di Desa Rawang Kao Kecamatan Lubuk Dalam. Wamen melihat langsung kegiatan kelompok tani yang mengembangkan ternak sapi secara terintegrasi bersama kebun sawit yang mereka miliki. Bahkan kelompok tani tersebut sukses menghasilkan produk limbahnya menjadi kompos, pupuk cair dan pupuk granul. Dalam acara kunjungan tersebut Wamentan sekaligus meresmikan rumah kompos dan alat pengolahan pupuk organik. Pada kesempatan tersebut turut hadir Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S,MBA, Kadisbun Riau Zulheri, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Patrianov. Kadis tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Basriman MP, Ketua DPRD Siak, Zulfi Mursal, SH, Kepala BPPKP Siak, Ir. Amin Budyadi, MM, Kadis Pertanian Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Ir. Syahrin Rasbi, Kapolres Siak, AKBP. Putut Wicaksono, SIK, perwakilan dari PTPN V, PT Asian Agri, Perbankkan dan sejumlah Kelompok Tani. Kadis Pertanian, Peternakan dan Perikanan Siak, Ir. Syahrin Rasbi dalam sambutannya menyatakan bahwa awalnya kelompok tani Karya Tunggal yang berdiri tahun 2007 ini hanya memiliki 27 ekor sapi yang didapat secara swadaya. Namun saat ini berkembang hingga 52 ekor dan menghasilkan limbah padat dan cair yang diolah menjadi pupuk organic dan pupuk cair. Sedang Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Patrianov memaparkan bahwa model peternakan sapi yang berdampingan dengan kebun sawit dan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan adalah spesifik yang ada di Kabupaten Siak. Dari sisi lain petani mendapat manfaat pupuk kandang dari ternak sapi yang dilakukannya. Bupati Siak, Drs. Syamsuar M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Siak memiliki potensi lahan yang besar untuk mengembangkan peternakan sapi. Untuk Siak hal inovatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengkombinasikan ternak sapi dengan kebun sawit yang dikenal dengan sistim integrasi ternak tanaman (SITT). Lebih lanjut Bupati menyambut baik apresiasi dan respon positif dari Pemerintah Pusat yang menjadikan Siak sebagai sentra ekspor sapi dalam 4 tahun mendatang. Wamentan pada acara kunjungan kerja tersebut menyatakan bahwa Siak dapat dijadikan model percontohan sentra pengembangan bibit sapi. Sistim peternakan yang terintegrasi ini di harapkan dapat dikembangkan juga oleh perusahaan perkebunan baik yang dilakukan oleh pihak swasta atau pemerintah. Model terintegrasi yang dikembangkan di Siak dapat dikatakan sebagai model multilevel dan zero waste. Dimana tidak hanya daging sapi yang dihasilkan namun produk lanjutan seperti kotoran dan urine sapi dapat dijadikan sebagai kompos, pupuk granul dan pupuk cair. Dalam hal ini Wamentan mengapresiasi kinerja Bupati Siak di bidang pertanian. Namun dalam pelaksanaannya tidak bisa hanya bersifat one man one show dimana hanya pihak pemerintah yang bergerak, namun diperlukan gerakan bersama baik oleh pemerintah maupun pihak swasta ataupun masyarakat. Kunjungan kerja Wamentan kemudian dilanjutkan menuju Kecamatan Kerinci Kanan Desa Buana Bhakti untuk meninjau pabrik pakan ternak mini yang dikelola oleh Kelompok Tani Sehati.