Loading...

Waspadalah Terhadap Penggunaan Pestisida

Waspadalah Terhadap Penggunaan Pestisida
Pestisida adalah bahan kimia bersifat racun yang apabila digunakan secara semberangan (tidak sesuai petunjuk) dapat membahayakan manusia, hewan dan lingkungan. Sehingga perlu diketahui petunjuk-petunjuk penggunaan pestisida secara benar. Memilih Pestisida Pilih pestisida sesuai dengan anjuran dan peralatan yang ada. Sedapat mungkin pilih pestisida bentuk butiran. Apabila mungkin belilah pestisida dalam ukuran yang isinya habis dalam sekali pakai, supaya tidak ada pestisida tersisa dala wadah yang telah dibuka Mencampur Pestisida Siapkan pestisida di tempat yang terbuka atau mempunyai pengaturan udara. Jangan bekerja di tempat yang tertutup, karena dapat menyebabkan keracunan. Buka tutup wadah dengan hati-hati jangan sampai memercik atau berhamburan ; yang dikemas dalam kantong bukalah dengan pisau atau gunting, jangan dirobek. Gunakan wadah (misalnya ember) khusus untuk mencampur, jangan menggunakan wadah yang biasa digunakan untuk keperluan makan, minum atau mencuci. Campur pestisida sesuai dengan takaran yang dianjurkan dan aduk dengan pengaduk kayu. Gunakan sarung tangan dari karet pada waktu mencampur pestisida. Bila telah selesai, bilas lah sarung tangan dengan air sampai bersih baru di lepas Hindarkan tumpah atau memerciknya pestisida mengenai kulit atau pakaian. Jauhkan dari mata, mulut dan hidung Menyemprot Jangan menyemprot pada saat udara terlalu lembab, terlalu pagi atau terlalu sore. Sebaiknya dilakukan pagi hari sekitar jam 07.00 s/d 11.00, dan jam 15.00 s/d 18.00 sore hari Jangan menyemprot pada saat angin bertiup kencang dan jangan berlawanan dengan arah angin Jagalah jangan sampai pestisida yang digunakan mengenai tanaman lain disekitarnya, padang pengembalaan ternak, sungai, kolam atau tempat lain yang bisa membahayakan manusia atau hewan. Pakailah masker, sepatu karet bila sedang menyemprot, karena mudah dicuci dan tidak mudah rusak Setelah bekerja dengan pestisida Segera lepaskan pakaian dan alat pelindung lainnya dan cuci dengan sabun, kemudian simpan ditempat khusus Segere mandi dengan sabun dan berganti pakain. Kalau masih ada sisa pestisida dalam sprayer, buanglah dalam lubang yang sengaja dibuat. Jangan buang diselokan, sungai, kolam, danau atau dekat dengan tempat-tempat tersebut. Wadah bekas pestisida yang telah habis segera dibuang jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan digunakan untuk menyimpan makanan atau minuman, dibakar atau dikubur dalam tanah sedalam lebih kurang 0,5 meter. Tanda dan Gejala Keracunan Penglihatan menjadi kabur, mata berair, mulut berbusa atau banyak mengeluarkan air liur, sakit kepala, pusing, banyak berkeringat, detak jantung cepat, mual, muntah-muntah, kejang pada perut, mencret, sukar bernapas, otot bergerak-gerak sendiri atau tidak dapat digerakan, lumpuh dan pingsan. Pestisida yang menyebkan ini anatara lain : Diazinon 60 EC, Basudin 60 EC, Lebaycid. Dharmafur 3 G dan Furadan 3 G. Nyeri pada punggung, lambung dan usus, muntah-muntah, hidung dan gusi berdarah, timbul bintik-bintih merah pada kulit, terdapat darah pada air seni dan tinja. Pestisida penyebab ini antara lain : Klerat dan Racumin. Petunjuk pertolongan pertama Bila keracunan karena termakan pestisida segera muntahkan dengan cara memasukan jari yang bersih ke dalam tenggorokan atau minum air garam ( 1 gelas air + 1 sendok makan garam dapur) Kulit dan rambut yang terkena pestisida segera dicuci dengan sabun dan air bersih. Bila terkena mata cuci di bawah air yang mengalir selama + 15 menit. Jangan mencuci dengan cairan lain selain air biasa. Bila debu, bubuk, uap atau butir-butir semprotan pestisida terhirup maka bawalah penderita ketempat terbuka dan berudara segar, longgarkan pakaian dengan dagu terangkat ke atas supaya dapat bernapas dengan bebas Peringatan : Pestisida dapat mejadi kawan dapat pula menjadi lawan tergantung si pemakai. Untuk keamanan kita masyarakat dan lingkungan, berhati-hatilah dalam penggunaan, penyimpanan dan pembuangan sisa atau wadah bekasnya. ( Sumber : Syaiful Asgar, S.Ag. S.Pi BKPP Barito Kuala) WASPADALAH WASPADALAH........................